Bantuan Genset Dan Kapal Bagi Nelayan Di Sebatik Untuk Tingkatkan

Bantuan Genset Dan Kapal Bagi Nelayan Di Sebatik Untuk Tingkatkan SDM

TEKNOLOGY

 

Genset Silent– Di awal tahun 2017 ini, sepertinya para nelayan yang ada di wilayah kalimantan Utara bisa bernafas lega dan bergembira. Pasalnya,  Dinas kelautan dan Perikanan (DKP) berdasarkan gagasan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, mulai lebih fokus dan lebih berorientasi kepada program kesejahteraan nelayan kecil yang ada di wilayah tersebut.

Hal tersebut seperti apa yang diungkapkan oleh Gubernur kalimantan Utara, Dr H Irianto lambrie yang mengatakan bahwa program tersebut nantinya akan berisi beberapa hal seperti akan dilakukannya pemberian bantuan berupa mesin genset, ataupun genset murah, sebagai penunjang penerangan pada bagan yang merupakan alat penangkap ikan, dan nantinya genset genset tersebut akan dipasangi di beberapa titik yang berada di sepanjang perairan Kaltara.

Beberapa titik dan wilayah yang nantinya akan di dukung tersebut seperti Mangkupadi, kabupaten Bulungan, Tanah Kuning, hingga Sebatik dan Kabupaten Nunukan. Sementara itu, terhitung  jumlah baga yang akan diberikan bantuan sebanyak 140 titik dan akan disalurkan dengan metode bertahap, demi mendapatkan hasil yang maksimal bagi kerja Nelayan di Kaltara tersebut.

“Saya harapkan nelayan-nelayan yang ada di Kaltara terbantu dengan bantuan tersebut. Sehingga produktifitas hasil tangkap ikan mereka lebih produktif,” Tandas Irianto

Tak hanya memberikan alat penunjang penerangan, tapi pemerintah Kaltara juga akan memberikan beberapa bantuan lainnya seperti waring ataupun pukat yang biasa digunakan nelayan untuk bagan tersebut.

Sebagai provinsi termuda yang ada di Indonesia ini, kementerian kelautan dan Perikanan (KKP) juga berniat akan memberikan beberapa bantuan lainnya untuk menyokong kemakmuran di wilayah tersebut. maka dari itulah, Irianto sangat berharap bahwa banyaknya bala bantuan yang diberikan oleh Pemprov Kaltara ataupun KKP tersebut hendaknya harus digunakan secara baik dan bijak oleh para nelayan yang ada.

“Selain dari Pemprov, ada juga bantuan dari KKP yang memberikan kapal sebanyak 100 unit yang masing-masing dapat menampung kapasitas sebesar 5 gross ton, bagi nelayan-nelayan kecil.” Tambah Irianto.

Irianto juga menambahkan kembali bahwa daerah yang dipilih tersebut sengaja di perbatasanm karena sebagai tujuan dari pembangunan infrastruktur kelautan dan perikanan yang ada. selain itu, program ini juga lebih difokuskan kepada peningkatan SDM (sumber daya manusia) serta pendapatan nelayan yang ada di wilayah terluar Indonesia.

“Kenapa dipilih Sebatik? Karena memang Sebatik telah ditetapkan sebagai pulau terluar,” tutupnya.