Mengapa Anak Anda Terlambat Bicara?

Mengapa Anak Anda Terlambat Bicara?

PENDIDIKAN

Cara Memperbanyak ASI – Tumbuh kembang anak merupakan saat-saat di mana orang tua mencurahkan segala cinta dan kasih sayangnya. Setiap kemajuan dari perkembangan anak menjadi hal yang sangat membahagiakan dan membanggakan. Senyum buah hati ketika belajar merangkak dan berjalan menjadi penyemangat di tengah-tengah sibuknya aktivitas orang tua.

Pertumbuhan anak terutama ketika masih berada di bawah lima tahun disebut sebagai usia emas, di mana masa ini sangat penting bagi sang buah hati. Pertumbuhan anak secara fisik mau pun psikis berkembang pesat pada masa ini. Seluruh saraf-saraf dalam otak berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak. Kemampuan motorik dan sensorik anak harus digali sedini mungkin agar dapat tumbuh menjadi anak cerdas.

Perkembangan otak ini berbeda-beda kecepatannya pada masing-masing anak. Ada anak yang tumbuh dan berkembang dengan cepat dalam jangka waktu singkat, sementara ada juga anak yang harus mengejar ketertinggalannya dari teman-teman seusianya.

Anak pada usia 1-2 tahun seharusnya sudah mampu udah melafalkan kata dan berbicara dengan lancar. Untuk anak-anak pada usia tersebut namun belum lancar berbicara berarti mengalami keterlambatan bicara. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan si kecil terlambat bicara.

 

Perkembangan Otak dan Otot Terhambat

Bagian oral-motor di otak akan mengatur cara kerja bicara seseorang. Apabila perkembangan otak bagian ini terhambat maka anak akan mengalami kesulitan untuk menghasilkan suara. Sementara itu otot-otot mulut dan leher juga diperlukan anak untuk melakukan gerakan berbicara. Otot mulut dan leher yang lemah akan menyebabkan anak kesulitan untuk menggerakkan bibir untuk berbicara. Jika buah hati mengalami hal ini sebaiknya para orang tua membawanya ke dokter untuk berkonsultasi.

 

Komunikasi yang Kurang

Balita kebanyakan menghabiskan waktunya berada di dalam rumah. Sehari-hari yang biasa ditemui oleh anak adalah orang tua dan juga orang-orang yang tinggal satu rumah dengannya. Ketika anak kurang berkomunikasi dengan orang lain maka anak menjadi jarang mendengar berbagai jenis suara dan tidak mampu menirukan bunyi tersebut. Selain itu anak juga kesulitan mempelajari bahasa dan hanya tahu sedikit kosa kata.

 

Interaksi Sosial yang Tidak Cukup

Selain berinteraksi dengan orang tua anak juga perlu untuk bersosialiasasi dengan anak-anak seusianya. Dengan bermain bersama teman-temannya anak memiliki kesempatan untuk mempraktekkan apa yang pernah dia dengar. Buah hati kemudian akan berbicara dengan sesama balita dan terpacu untuk menjadi sama seperti yang lainnya.

Para orang tua tidak perlu lagi merasa khawatir melihat buah hatinya mengalami kemampuan berbicara yang memakan waktu sedikit lebih lama dibandingkan anak-anak seusia lainnya. Para orang tua sebaiknya menghabiskan waktu lebih banyak dengan buah hati sambil berbicara dan juga mengajaknya bermain bersama teman-temannya. Orang tua juga bisa mendaftarkan anak untuk menjalani terapi bicara agar anak semakin lancar berkomunikasi.

Tidak ada salahnya anak Anda mendapatkan adik baru sebagai teman bermain dan berinteraksi di masa perkembangannya. Jika Anda ingin menambah momongan dan ingin tahu cara cepat hamil, Anda dapat menggunakan obat penyubur kandungan yang bisa Anda dapatkan melalui WishingBaby.com.