Proyek MRT, Mesin Bor Mulai Dioperasikan Hari Ini

PROPERTY

Mesin Las  – Ini yakni TBM kedua sesudah pada September lalu, PT MRT mengoperasikan TBM pertama yang oleh Presiden Joko Widodo diberikan nama “Antareja”. Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, seperti yang pertama, “Antareja II” juga mulai dioperasikan dari sekitar Patung Pemuda Membangun, Senayan. TBM yang kedua ini juga akan bergerak ke arah utara untuk membangun terowongan bawah tanah sampai sekitar wilayah Setiabudi.

Secara sempurna, ada empat TBM yang direncanakan akan dioperasikan dalam profesi konstruksi proyek MRT Jakarta Fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI). Dua TBM lainnya direncanakan akan dioperasikan dari Bundaran HI-Setiabudi.

Dia menyebut TBM yang diaplikasikan memakai teknologi Earth Pressure Balance (EPB) yang disebut pertama kalinya diaplikasikan di Indonesia. Kedua TBM yang dioperasikan mempunyai spesifikasi yang sama, merupakan berdiameter sekitar 6,7 meter, dengan sempurna panjang sekitar 43 meter dan beban menempuh sekitar 323 ton, mulai dari komponen kepala (cutterhead) sampai komponen akhir (backup cars). Dono meyebut TBM sanggup mengerjakan pengeboran terowongan dengan kecepatan sekitar delapan meter per hari.

“Untuk TBM pertama alias Antareja I, panjang terowongan yang dibangun semenjak September lalu sudah menempuh sekitar 250 meter,” tutur Dono. Data MRT Jakarta mengucapkan sampai per 31 Oktober 2015, penyelesaian proyek MRT Jakarta Fase 1 sudah menempuh sekitar 34 persen. Rinciannya, secara garis besar, untuk profesi proyek pada struktur layang sudah memecahkan 21 persen dan struktur bawah tanah sekitar 47 persen.

“Secara awam, profesi konstruksi yang tengah dikerjakan dikala ini antara lain profesi pembuatan pondasi kolom trek dan stasiun layang, profesi pembangunan struktur boks stasiun bawah tanah, profesi pembuatan terowongan trek bawah tanah dan profesi konstruksi depo MRT,” papar ia.

 

Baca Juga : Harga Bor Bosch